Mekar Otomotif logo Mekar OtomotifCatatan motor harian
Online Games

Teknik Rem di Game MotoGP, Mana yang Berlaku di Motor Harian

Keponakan saya umur 17 tahun jago sekali main MotoGP di konsol. Ia hafal titik pengereman tiap tikungan di Mandalika, tahu kapan harus menahan rem belakang supaya motor tidak melebar, dan selalu menang lawan saya.

A motorcycle racing game on screen next to a scooter braking on a wet residential street

Keponakan saya umur 17 tahun jago sekali main MotoGP di konsol. Ia hafal titik pengereman tiap tikungan di Mandalika, tahu kapan harus menahan rem belakang supaya motor tidak melebar, dan selalu menang lawan saya. Lalu suatu sore, di jalan kompleks yang baru disiram hujan, ia menarik rem depan Aerox-nya sekeras di game sambil sedikit miring. Ban depan langsung lepas. Untungnya kecepatannya rendah dan yang rusak cuma spion dan cover body.

Ia tidak ceroboh. Ia hanya membawa kebiasaan yang di game terbukti benar ke situasi yang berbeda. Game balap motor sekarang memang cukup realistis untuk mengajarkan beberapa hal yang berguna soal rem, tapi ada bagian yang justru melatih refleks keliru untuk motor harian. Setelah kejadian itu saya duduk bersama dia, memilah mana yang bisa dibawa ke jalan dan mana yang harus ditinggal di layar.

Yang game MotoGP ajarkan dengan benar

Seri MotoGP dari Milestone, termasuk edisi 24 dan 25, memisahkan rem depan dan rem belakang di dua tombol berbeda kalau bantuan pengereman dimatikan. Pemain yang serius cepat belajar bahwa rem depan melakukan sebagian besar pekerjaan. Ini sesuai dengan kenyataan. Saat motor mengerem, berat badan dan motor pindah ke depan, sehingga ban depan menempel lebih kuat ke aspal dan mampu menahan gaya pengereman jauh lebih besar. Di motor harian, porsi yang sering disebut adalah sekitar 70 persen dari depan.

Hal kedua yang benar: mengerem paling kuat saat motor masih tegak dan lurus, lalu melepas rem secara bertahap ketika mulai masuk tikungan. Di game, kalau kamu mengerem keras sambil miring, motor melebar atau jatuh. Pelajaran ini berlaku penuh di jalan.

Ketiga, titik pengereman. Game melatih mata untuk memilih patokan, papan jarak atau garis di pinggir lintasan, dan mulai mengerem di titik yang sama setiap kali. Di jalan raya, kebiasaan memilih patokan seperti tiang listrik atau marka zebra sebelum lampu merah membuat pengereman lebih tenang dan tidak mendadak.

Yang di game aman, di jalan berbahaya

Bagian ini yang perlu dicatat baik-baik. Saya rangkum dalam tabel supaya mudah dibandingkan.

KebiasaanDi game MotoGPDi motor harian
Rem depan keras sambil sedikit miring (trail braking)Teknik standar untuk masuk tikungan lebih cepatBan kecil dan aspal berdebu membuat ban depan mudah lepas
Mengerem di batas maksimal tiap tikunganAspal sirkuit bersih dan rata, grip konsistenAda pasir, oli, tutup got, cat marka yang licin saat basah
Mengandalkan rem belakang untuk membelokkan motorDipakai pembalap untuk menjaga jalurRoda belakang matic mudah mengunci, apalagi dengan kampas tipis
Rem sama kuatnya dari awal sampai akhir sesiKondisi rem di game nyaris tidak berubahKampas aus dan minyak rem tua membuat tuas makin dalam
Menganggap hujan cuma mengurangi kecepatan sedikitGrip basah di game sering terasa masih banyakJarak pengereman di aspal basah bisa nyaris dua kali lipat

Ukuran ban perlu disebut sendiri. Motor MotoGP memakai ban slick selebar kira-kira 12 sampai 20 cm dengan karet yang dipanaskan sampai suhu kerja. Aerox standar memakai ban depan 110/80-14, artinya lebar tapaknya sekitar 11 cm, dan Mio malah 70/90-14. Ban harian kita juga hampir tidak pernah mencapai suhu ideal di perjalanan pendek dalam kota. Jadi grip yang kamu rasakan di game, bahkan dengan semua bantuan dimatikan, tidak bisa disamakan dengan grip di jalan kompleks sore hari.

Satu lagi yang jarang disadari: engine brake. Di game, motor MotoGP punya transmisi manual enam percepatan, dan menurunkan gigi sebelum tikungan ikut memperlambat motor. Matic dengan CVT hampir tidak punya engine brake yang berarti. Begitu gas dilepas, motor cenderung meluncur, sehingga hampir seluruh kerja memperlambat jatuh ke kampas. Di turunan panjang seperti jalur Puncak atau tanjakan ke Dieng, rem yang ditekan terus-menerus bisa panas sampai terasa "kosong" di tuas. Kebiasaan dari game, mengerem pendek dan keras lalu lepas, sebenarnya cocok di sini, asal dilakukan saat motor tegak dan jauh sebelum tikungan.

ABS, CBS dan UBS tidak ada di game

Ini yang paling sering terlewat. Motor MotoGP sungguhan tidak memakai ABS, dan game mengikutinya. Pemain belajar mengatur sendiri tekanan rem supaya roda tidak mengunci. Di jalan, banyak motor harian punya sistem bantuan yang perilakunya berbeda sama sekali.

Varian ABS di NMAX atau Aerox, misalnya, akan berdenyut di tuas saat sistem bekerja. Pengendara yang tidak terbiasa sering kaget lalu melepas rem, padahal yang benar justru menahan tuas dengan kuat dan membiarkan ABS bekerja. Cara kerjanya saya bahas lebih rinci di tulisan soal sistem rem ABS.

Lalu ada matic Yamaha yang memakai UBS, yaitu tuas kiri menggerakkan rem belakang sekaligus sebagian rem depan. Konsepnya mirip CBS di merek lain, dan perbedaannya saya jelaskan di artikel tentang rem CBS. Pemain game yang terbiasa memisahkan dua rem kadang merasa tuas kiri "terlalu kuat" saat pertama naik motor dengan UBS. Itu bukan rusak, itu memang desainnya.

Saran yang menurut saya perlu diluruskan

Ada yang bilang game balap adalah latihan aman sebelum turun ke jalan, jadi makin sering main makin bagus. Saya setengah setuju. Game bagus untuk melatih urutan berpikir: lihat tikungan, pilih patokan, rem saat tegak, lepas bertahap. Tapi game tidak melatih rasa di tangan. Di konsol, tombol trigger bergerak sekitar satu sentimeter dan tidak pernah berubah. Tuas rem asli punya jarak main, terasa makin dalam kalau ada angin palsu atau kampas menipis, dan tanda-tanda itu justru yang menyelamatkan kamu. Kalau tuas mulai terasa berbeda, cek ciri kampas rem motor habis sebelum menyalahkan teknik.

Jadi game sebaiknya dipakai sebagai pelajaran teori yang menyenangkan, bukan pengganti latihan fisik.

Latihan yang bisa kamu lakukan minggu ini

Sebelum mulai, cek dua hal: tekanan ban sesuai stiker di motor atau buku manual, dan tuas rem depan tidak menempel ke handle saat ditarik penuh. Kalau salah satunya bermasalah, perbaiki dulu, karena hasil latihan jadi tidak berarti. Lalu cari lapangan parkir kosong yang aspalnya kering, misalnya pagi hari di hari Minggu. Tandai satu titik dengan botol air bekas. Melaju lurus di 30 km/jam menurut speedometer, lalu mengerem dengan rem belakang saja mulai dari botol itu, dan catat di mana motor berhenti. Ulangi dengan kedua rem, porsi depan lebih banyak, tetap dalam posisi tegak. Saat saya mencoba dengan keponakan, selisihnya sekitar 4 meter, dan angka itu jauh lebih meyakinkan dia daripada nasihat apa pun.

Setelah itu, silakan kembali ke konsol. Rasakan bedanya, dan simpan trail braking untuk Mandalika versi digital saja. Kalau kamu ingin tips lain seputar game simulasi, ada di tips bermain game simulasi mengendarai motor.

EP
Elzan Putra

Elzan naik motor setiap hari dan terbiasa membongkar sendiri keluhan ringan sebelum memutuskan apakah perlu dibawa ke bengkel. Ia menulis dari catatan servis pribadinya, lengkap dengan biaya dan waktu yang benar-benar dihabiskan.

More posts by Elzan

More in Online Games

01doorganico 084goad 3hot8 4465456 after5internprogram ahandfulofblessings ahmadpc ahomcybersecurity allodialresources annodex antiquesandperiodcollectibles aotc asianworldkashmir beedlectrics bloggertemplatefree bluefeatheragency bodyweightsolution campaign08blog carfixadvisor catstreetcollective cbstvsports cnfanspurchasing committeeof500yearsofdignityandresistance covertopsdjs cs-kaiyuangame cuestacomunicaciontotal cxoutlet dancebetgame deskgearhub destinyvillastay detectmagazine di33 diamondsteelbuildings donmo dyanadropship emarsysfinance emimattl escapechan eskitarih evautoplay everythingweddings-orlando farmzone feedviewerapp foxstudiosscratch gamevui123 gleasongrade greetingsday hacklabasu haskell iw-kaiyun jagoanproperti jilidskripsi joltbusinessfinance juegodepokergratis juegospucca kaeru-festival latestmehndidesigns lestanzediottaviano litemagazines localcommunityhero lustrsazan mariashebets menswheels newwebstechs1 nikkit ootheday oxigenvpn plurfitness prefetial probudgetcarpetcleaning psychicmrsmartin pyaten qvantor rejoignezlogis rexzbot riselayouts ruchin rwxqsgd5 sakaltime shibiaowang shop-bot skrtips strcoding tetapatrium topselller uneplanteartificielle vipertechcr webtech1223411 wo-kygaming yeknava yoybuysheets zenunwa jilidskripsi jemputhoki jemputhoki ankertoto ankertoto ankertoto ankertoto ankertoto ankertoto ankertoto ankertoto ankertoto ankertoto ankertoto ANKERTOTO ankertoto ankertoto