Rem Blong : Penyebab dan Cara Menghadapinya
Rem blong adalah salah satu momen paling menegangkan yang bisa dialami pengendara motor. Tuas ditekan tapi motor tidak melambat sama sekali, atau melambat jauh lebih lambat dari biasanya.

Rem blong adalah salah satu momen paling menegangkan yang bisa dialami pengendara motor. Tuas ditekan tapi motor tidak melambat sama sekali, atau melambat jauh lebih lambat dari biasanya. Kejadian ini jarang benar benar mendadak tanpa sebab, hampir selalu ada tanda tanda yang sebenarnya sudah muncul beberapa hari sebelumnya tapi tidak disadari.
Penyebabnya beragam, dari minyak rem yang habis, kampas yang sudah tipis, sampai angin palsu yang masuk ke selang rem. Mengenali penyebabnya penting bukan cuma untuk perbaikan, tapi juga supaya tahu apa yang harus dilakukan kalau rem blong benar benar terjadi saat sedang berkendara.
Jawaban Singkat
Rem blong paling sering disebabkan tiga hal: minyak rem habis atau bocor sehingga tekanan hidrolik tidak tersalur ke kampas, kampas rem sudah terlalu tipis sampai permukaan gesernya hilang, dan angin palsu di dalam selang rem yang membuat tekanan tuas terasa dalam dan lembek. Saat rem blong terjadi di jalan, tindakan pertama adalah melepas gas, turunkan gigi bertahap untuk memanfaatkan engine brake, dan gunakan rem yang masih berfungsi secara bertahap, bukan ditekan penuh sekaligus.
Penyebab Pertama: Minyak Rem Habis atau Bocor
Sistem rem cakram bekerja dengan tekanan hidrolik dari minyak rem. Kalau minyaknya berkurang jauh di bawah batas minimum, atau ada kebocoran di selang atau seal kaliper, tekanan yang sampai ke kampas jadi tidak cukup untuk menjepit piringan dengan kuat.
Tanda paling gampang dikenali adalah tuas rem terasa dalam saat ditekan, kadang sampai mentok ke setang tanpa gigitan yang jelas. Cek level minyak rem di reservoir, biasanya terlihat dari jendela kecil transparan di dekat tuas. Kalau levelnya di bawah garis minimum, itu tanda ada kebocoran yang perlu ditelusuri, karena minyak rem seharusnya tidak berkurang banyak dalam pemakaian normal.
Penyebab Kedua: Kampas Rem Sudah Terlalu Tipis
Kampas rem yang sudah aus kehilangan daya cengkeram meski sistem hidroliknya masih normal. Pada titik paling parah, yang bergesekan bukan lagi bahan kampas tapi plat besinya langsung ke piringan, yang biasanya menimbulkan bunyi decit kasar khas logam beradu logam.
Motor yang jarang dicek kampasnya bisa sampai di titik ini tanpa pemiliknya sadar, karena rem masih terasa berfungsi meski sebenarnya sudah jauh berkurang kekuatannya. Ketebalan kampas idealnya diperiksa tiap 8.000 sampai 10.000 kilometer, tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan yang sering dilalui.

Penyebab Ketiga: Angin Palsu di Selang Rem
Angin palsu terjadi kalau ada udara yang terjebak masuk ke dalam selang minyak rem, biasanya akibat sistem yang tidak pernah dibleeding ulang setelah lama dipakai, atau ada kebocoran kecil di sambungan selang yang membiarkan udara masuk perlahan.
Bedanya dengan minyak rem habis, kalau ada angin palsu, tuas rem terasa lembek dan sedikit menyentak saat ditekan, bukan cuma dalam. Kadang setelah ditekan berkali kali, rem terasa mulai menggigit lagi karena udara sedikit terdorong keluar, tapi ini bukan solusi, cuma gejala sementara. Solusi permanennya adalah bleeding sistem rem oleh teknisi yang berpengalaman, supaya seluruh udara benar benar keluar dari jalur selang.
Tindakan Darurat Saat Rem Blong di Jalan
Kalau rem blong terjadi saat sedang berkendara, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan lepas gas secepatnya. Panik dan menekan tuas rem berulang kali dengan keras justru membuang waktu berharga tanpa hasil kalau memang penyebabnya sistem hidrolik yang gagal total.
Turunkan gigi secara bertahap, dari gigi tinggi ke gigi lebih rendah satu per satu, jangan langsung ke gigi satu karena bisa membuat roda belakang mengunci dan motor oleng. Proses penurunan gigi ini memanfaatkan engine brake, yaitu tahanan dari mesin yang membantu memperlambat laju motor tanpa mengandalkan rem sama sekali.
Kalau salah satu rem, depan atau belakang, masih berfungsi meski lemah, gunakan secara bertahap sambil terus menurunkan gigi. Cari area yang aman untuk berhenti, hindari pengereman mendadak yang justru bisa membuat motor tergelincir kalau ban dalam kondisi basah atau permukaan jalan licin.
| Penyebab | Tanda yang Terasa | Solusi |
|---|---|---|
| Minyak rem habis atau bocor | Tuas dalam, bisa sampai mentok tanpa gigitan | Isi ulang minyak rem, cek kebocoran di selang dan seal |
| Kampas rem terlalu tipis | Bunyi decit kasar, daya cengkeram berkurang bertahap | Ganti kampas dengan yang baru, jangan tunggu sampai habis total |
| Angin palsu di selang | Tuas lembek dan menyentak, terasa masuk angin | Bleeding sistem rem oleh teknisi berpengalaman |
Cara Mencegah Rem Blong Terulang
Pencegahan paling efektif adalah rutin memeriksa level minyak rem dan ketebalan kampas, bukan menunggu sampai ada gejala. Ganti minyak rem secara berkala, umumnya setiap satu sampai dua tahun tergantung anjuran pabrikan, karena minyak rem bersifat higroskopis, artinya menyerap kelembapan dari udara seiring waktu, yang bisa menurunkan titik didihnya dan membuat performa pengereman berkurang meski levelnya masih penuh.
Setelah servis rem, baik ganti kampas maupun bleeding, selalu coba tekan tuas beberapa kali di tempat aman sebelum benar benar berkendara di jalan raya, untuk memastikan gigitannya sudah kembali normal.
Penutup
Rem blong memang menakutkan, tapi hampir selalu ada tanda peringatan sebelum kejadian sesungguhnya, baik dari tuas yang terasa dalam, bunyi decit dari kampas, atau minyak rem yang levelnya turun. Rutin memeriksa ketiga hal ini jauh lebih murah dan aman dibanding menunggu sampai rem benar benar tidak berfungsi di tengah jalan.
Kalau sudah pernah mengalami gejala tuas dalam atau lembek, sebaiknya segera diperiksa, bukan ditunda sampai terasa parah. Komponen sistem rem lain seperti rem tromol dan rem cakram punya cara kerja berbeda yang juga penting dipahami supaya perawatannya tepat sasaran.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa penyebab paling umum rem motor blong?
Tiga penyebab paling umum adalah minyak rem habis atau bocor, kampas rem yang sudah terlalu tipis, dan angin palsu yang terjebak di dalam selang rem. Ketiganya punya gejala yang sedikit berbeda saat tuas ditekan.
Apa yang harus dilakukan kalau rem blong tiba tiba di jalan?
Lepas gas secepatnya, turunkan gigi secara bertahap untuk memanfaatkan engine brake, dan gunakan rem yang masih berfungsi secara bertahap kalau ada. Hindari pengereman mendadak dan cari area aman untuk berhenti.
Kenapa tuas rem terasa dalam padahal kampas masih tebal?
Tuas yang terasa dalam meski kampas masih tebal biasanya menandakan masalah di sistem hidrolik, seperti minyak rem yang berkurang atau ada angin palsu di selang, bukan soal ketebalan kampas.
Berapa lama minyak rem motor sebaiknya diganti?
Umumnya setiap satu sampai dua tahun tergantung anjuran pabrikan, karena minyak rem menyerap kelembapan dari udara seiring waktu yang bisa menurunkan performa pengereman meski levelnya masih terlihat penuh.
Apakah rem blong bisa terjadi tanpa tanda peringatan sama sekali?
Jarang. Hampir selalu ada gejala sebelumnya seperti tuas yang mulai terasa dalam, bunyi decit dari kampas, atau performa pengereman yang terasa berkurang bertahap, hanya saja seringkali tidak disadari sampai kondisinya sudah parah.
More in Diagnosa Motor
Diagnosa Motor
Penyebab Shockbreaker Belakang Terlalu Empuk
Motor yang terasa mengayun setiap kali melewati jalan bergelombang, atau jok belakang seperti mengambang saat membonceng,...
Diagnosa Motor
Shockbreaker Motor Depan Keras, Ini Penyebab dan Solusinya
Keluhan shockbreaker motor depan keras adalah salah satu hal yang paling sering saya dengar dari pemilik motor yang motornya...
Diagnosa Motor
Shockbreaker Depan Bunyi Gluduk, Ini Penyebabnya
Shockbreaker depan bunyi gluduk paling sering muncul saat motor melewati jalan bergelombang atau polisi tidur, dan biasanya...